banner

Virtual dan Realita – Review “Ready Player One”

Written by
mm

Ready Player One adalah sebuah film adaptasi dari buku yang berjudul sama; “Ready Player One,” ditulis oleh Ernest Cline. Pada tahap script development ini sendiri sebetulnya, film ini ditargetkan untuk dirilis pada tahun 2019, akan tetapi pada kenyataannya film ini dapat tayang setahun sebelum target rilisnya.

Film ini menampilkan cerita seorang pemuda berumur 18 tahun yang tinggal di lingkungan industrial suburban di daerah Ohio, Amerika Serikat, di tahun 2047 bernama Wade Watts (Tye Sheridan). Pada masa itu semua orang tergabung dan bermain di sebuah permainan open world bernama OASIS, portal dimana semua orang bisa menjadi apa saja sesuai dengan imajinasinya masing-masing dan pemainan yang bernama OASIS tersebut diciptakan oleh seorang jenius yang bernama James Halliday (Mark Rylance).

Tetapi di akhir hayatnya James Halliday dengan avatarnya yang bernama Anorak mengumumkan bahwa ia menyimpan easter egg di dalam OASIS yang berjumlah 3 buah berupa kunci, di mana bagi orang yang bisa menemukannya akan mendapatkan imbalan yang sangat besar. Di mana setelah itu orang berlomba-lomba menemukan easter egg tersebut termasuk sebuah perusahaan konglomerat raksasa  yang bergerak di bidang Internet Service Provider yang tamak bernama IOI.

Wade dengan avatar OASIS-nya yang bernama Parzival, memiliki seorang sahabat yang bernama Aech (Lena Waithe). Selama petualangannya ia menemukan avatar lain yang menjadi clan nya seperti Daito (Win Morisaki), Shoto (Philip Zhao) dan Art3mis (Olivia Cooke) yang di mana nanti Parzival akan jatuh cinta pada sosok avatar cewek tomboy ini. Hidup dalam dunia OASIS sebetulnya akan mempersulit interaksi emosi antar pemain video game. Pada satu titik mereka akan terdesak dan akhirnya menemukan satu sama lain di dunia nyata untuk bersama-sama menggagalkan niat tamak dari IOI guna bermain secara adil demi mendapatkan 3 kunci tersebut.

Film ini merupakan film dengan crossover multiple franchise paling ambisius yang pernah ada, dengan total mencapai 120 buah. Dari semua video game console classic yang pernah ada termasuk Atari, karakter seperti Batman, Joker, Harley Quinn, Gundam, Chun Li; kendaraan seperti sepeda motor Kaneda dalam film animasi cult classic Akira, mobil Dolorean nya Back to The Future, sampai kemunculan Gundam (final form nya Daito) versus Mecha Godzilla (final form nya IOI) dan masih banyak lagi. Film ini setidaknya bukan saja hiburan terbaik untuk keluarga dan remaja, tetapi sebuah tiket fantastis nostalgia bagi kaum video game geek era tahun 80-90 an.

Pada akhirnya inti film ini bertutur soal bagaimana sesempurna apapun seseorang membuat suatu dunia virtual, hal tersebut tidak bisa mengalahkan indahnya dunia nyata. Iya. Kenyataan itu nyata. Hal tersebut yang disesali oleh James Halliday sendiri karena dia tidak benar-benar “hidup” di dunia nyata selama hidupnya, melainkan selalu melampiaskan kekurangan skill interaksi sosialnya pada video game dan film ini mengemas hal tersebut dengan scene terakhir film dengan sangat apik. Layak mendapatkan pujian.

Akhir kata, Ready Player One adalah sebuah film yang membuktikan bahwa Steven Spielberg merupakan salah satu director film komersial terbaik yang pernah ada dan kembalinya dia dalam film ini  dengan duduk pada kursi director, mengesahkan namanya sekali lagi dengan sebuah hasil yang maksimal dan hampir tanpa cela dan film ini layak untuk mendapatkan penghargaan.

Ready Player One adalah sebuah film adaptasi dari buku yang berjudul sama; “Ready Player One,” ditulis oleh Ernest Cline. Pada tahap script development ini sendiri sebetulnya, film ini ditargetkan untuk dirilis pada tahun 2019, akan tetapi pada kenyataannya film ini dapat tayang setahun sebelum target rilisnya. Film ini menampilkan cerita seorang pemuda berumur 18 tahun yang tinggal di lingkungan industrial suburban di daerah Ohio, Amerika Serikat, di tahun 2047 bernama Wade Watts (Tye Sheridan). Pada masa itu semua orang tergabung dan bermain di sebuah permainan open world bernama OASIS, portal dimana semua orang bisa menjadi apa saja sesuai dengan imajinasinya masing-masing dan pemainan yang bernama OASIS tersebut diciptakan oleh seorang jenius yang bernama James Halliday (Mark Rylance). Tetapi di akhir hayatnya James Halliday dengan avatarnya yang bernama Anorak mengumumkan bahwa ia menyimpan easter egg di dalam OASIS yang berjumlah 3 buah berupa kunci, di mana bagi orang yang bisa menemukannya akan mendapatkan imbalan yang sangat besar. Di mana setelah itu orang berlomba-lomba menemukan easter egg tersebut termasuk sebuah perusahaan konglomerat raksasa  yang bergerak di bidang Internet Service Provider yang tamak bernama IOI. Wade dengan avatar OASIS-nya yang bernama Parzival, memiliki seorang sahabat yang bernama Aech (Lena Waithe). Selama petualangannya ia menemukan avatar lain yang menjadi clan nya seperti Daito (Win Morisaki), Shoto (Philip Zhao) dan Art3mis (Olivia Cooke) yang di mana nanti Parzival akan jatuh cinta pada sosok avatar cewek tomboy ini. Hidup dalam dunia OASIS sebetulnya akan mempersulit interaksi emosi antar pemain video game. Pada satu titik mereka akan terdesak dan akhirnya menemukan satu sama lain di dunia nyata untuk bersama-sama menggagalkan niat tamak dari IOI guna bermain secara adil demi mendapatkan 3 kunci tersebut. Film ini merupakan film dengan crossover multiple franchise paling ambisius yang pernah ada, dengan total mencapai 120 buah. Dari semua video game console classic yang pernah ada termasuk Atari, karakter seperti Batman, Joker, Harley Quinn, Gundam, Chun Li; kendaraan seperti sepeda motor Kaneda dalam film animasi cult classic Akira, mobil Dolorean nya Back to The Future, sampai kemunculan Gundam (final form nya Daito) versus Mecha Godzilla (final form nya IOI) dan masih banyak lagi. Film ini setidaknya bukan saja hiburan terbaik untuk keluarga dan remaja, tetapi sebuah tiket fantastis nostalgia bagi kaum video game geek era tahun 80-90 an. Pada akhirnya inti film ini bertutur soal bagaimana sesempurna apapun seseorang membuat suatu dunia virtual, hal tersebut tidak bisa mengalahkan indahnya dunia nyata. Iya. Kenyataan itu nyata. Hal tersebut yang disesali oleh James Halliday sendiri karena dia tidak benar-benar “hidup” di dunia nyata selama hidupnya, melainkan selalu melampiaskan kekurangan skill interaksi sosialnya pada video game dan film ini mengemas hal tersebut dengan scene terakhir film dengan sangat apik. Layak mendapatkan pujian. Akhir kata, Ready Player One adalah sebuah film yang membuktikan bahwa Steven Spielberg merupakan salah satu director film komersial terbaik yang pernah ada dan kembalinya dia dalam film ini  dengan duduk pada kursi director, mengesahkan namanya sekali lagi dengan sebuah hasil yang maksimal dan hampir tanpa cela dan film ini layak untuk mendapatkan penghargaan.
Story
Cast
Production

Must Watch!

Ready Player One adalah sebuah film yang membuktikan bahwa Steven Spielberg merupakan salah satu director film komersial terbaik yang pernah ada dan kembalinya dia dalam film ini dengan duduk pada kursi director, mengesahkan namanya sekali lagi dengan sebuah hasil yang maksimal dan hampir tanpa cela dan film ini layak untuk mendapatkan penghargaan.

User Rating: Be the first one !
70
Article Tags:
· · · · · · · ·
Article Categories:
Features · Review · Review International

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *