banner

“Tujuh Bidadari” Bukan Sekedar Menonjolkan Jump-Scared

Written by
mm

Coba kamu bayangkan kalau film horor tapi shooting di tempat yang aslinya horor. Pastinya atmosfernya aka lebih terasa horornya kan? Seperti yang disuguhkan oleh film produksi Triple A Films dan Black Spade Productions ini, mengambil lokasi di salah satu tempat terangker di Australia yaitu Aradale Lunatic Asylum Center, sebuah bekas rumah sakit jiwa yang dibangun tahun 1866 dan ditutup tahun 1996. Bayangkan saja, sampai sekarang masih ada Ghost Tour-nya lho.

Inilah yang menginspirasi kisah di Aradale menjadi sebuah film lewat “Tujuh Bidadari”. Ketika mengadakan Press Screening & Press Conference di Epicentrum XXI (25/10), produser Resika Tikoalu sangat tertarik untuk membuat film yang mengambil lokasi shooting di Aradale, bekerja sama dengan M. Yusuf (Sutradara), mereka menyajikan horor yang logis tapi tetap bisa dinikmati oleh pecinta film di Indonesia, terutama dengan sinematografi yang indah. Walaupun terinspirasi dari kisah Aradale, film “Tujuh Bidadari” bukan berdasarkan kisah nyata, cerita film ini dibuat baru dan memang logis. Setting di film inipun di siang hari, tidak di malam hari seperti kebanyakan horor pada umumnya, walaupun begitu tetap menampilkan suasana mencekam dan mengerikan.

Diperankan oleh tujuh pemain dari berbagai profesi yaitu Dara Warganegara, Lia WaOde, Brigitta Cynthia, Gabriella Desta, Camelia Putri, Adeayu Sudrajat, dan Salini Rengganis, lalu didukung dua aktor asal Australia yaitu William D. McLennan & Peter Barron. Yang serunya, ini adalah debut film untuk Dara Warganegara sebagai peran utama dan di film horor pula, bahkan dia memerankan dua kepribadian sekaligus di film ini. Salini Rengganis yang aslinya seorang surfer pun juga baru pertama kali bermain film, bahkan dia senang sekali bisa bergabung di film ini karena memang ingin berakting. Lia WaOde dan Brigitta Cynthia pun juga mengisi soundtrack di film ini berjudul “Seribu Tahun” dan “Bayang Bayang”, semua lagunya pun easy listening dan catchy. Kamu bisa mendengarkan albumnya di Spotify & iTunes.

Film “Tujuh Bidadari” ini mengisahkan tentang band yang beranggotakan tujuh orang wanita bernama Tujuh Bidadari atau dikenal dengan nama 7B. Mereka pergi ke Melbourne untuk mempromosikan album mereka “Angels Are Falling” dan juga untuk shooting video klip terbaru mereka. Suatu hari, mereka bertemu seorang pria yang mengajaknya mengunjungi Aradale Lunatic Asylum. Sesampainya di sana, selama 7 jam mereka menghadapi teror yang mengancam nyawa mereka, dan rahasia kelam pun terkuak di sana.

“Tujuh Bidadari” mulai tayang 1 November 2018 di seluruh bioskop Indonesia.

Article Categories:
Features

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *