banner

Standar Baru Untuk Film Adaptasi Dari Manga – Review of “Tokyo Ghoul”

Written by
mm

Siapa bilang manusia hanya satu-satunya spesies utama di bumi? Coba perhatikan lebih lanjut orang di sekelilingmu. Ajak bicara teman sekerja, kawan lama, atau bahkan orang yang kamu taksir. Percaya tidak jika mereka sebenarnya bukan manusia biasa seperti yang ditampakkan sehari-hari. Sudah jatuh tertimpa tangga adalah ungkapan yang cocok bagi Kaneki Ken. Kencan dengan Kamishiro Rize yang ditaksirnya berakhir dengan kenyataan cewek tersebut adalah ghoul. Kencan manis pun ditutup dengan Kaneki digigit oleh Rize. Secara fisik ghoul adalah manusia. Namun yang membedakan adalah mereka hidup dari memakan daging manusia. Oleh Karena itu Ghoul menyembunyikan identitasnya dari manusia yang ingin membasminya. Ghoul dapat dikenali dari matanya yang berubah menjadi merah saat lapar.

Kaneki dalam keadaan kritis menerima transplantasi organ dari Rize. Hal ini menyelamatkannya sekaligus membawa masalah baru karena kini Kaneki menjadi half ghoul. Kaneki harus berperang melawan keinginan memakan daging manusia walau rasa lapar menderanya. Sebuah kejadian membawa Kaneki bertemu dengan para ghoul yang mengelola kafe Anteiku. Mereka mengajari Kaneki bagaimana mengendalikan rasa lapar dan hidup membaur bersama manusia. Apa sekarang Kaneki bisa hidup damai? Sayangnya tidak. Sebab ghoul harus berhadapan dengan organisasi  CCG (Commission of Counter Ghoul) yang semakin keras mengejar mereka.

Diadaptasi dari manga berjudul sama karya Ishida Sui, Tokyo Ghoul live action mengambil cerita tiga volume pertama manga. Tidak mudah membuat adaptasi live action yang bisa memuaskan penonton bukan penggemar dan mereka yang menggemari versi manga. Tokyo Ghoul berhasil memuaskan penonton dari dua pihak tersebut, Pemilihan cast  adalah salah satu unsur kesuksesan film ini.  Transformasi Kaneki sebagai cowok pemalu menjadi mahluk berkekuatan luar biasa yang dibawakan Kubota Masataka patut mendapat pujian. Walau tidak muncul lama, akting Aoi Yuu sebagai Kamishiro Rize pun cukup mencuri perhatian. Sikap manis dan hangat Rize yang diperankan Aoi membuat kita lengah bahwa dalam sedetik gadis ini bisa berubah menjadi mahluk kejam pemakan manusia. Tidak ketinggalan Shimizu Fumika (Kirishima Touka), Suzuki Nobuyuki (Amon Kotarou), Oizumi Yo (Kureo Mado), dan Murai Kunio (Yoshimura) juga memberi nilai tambah jajaran cast Tokyo Ghoul.

Siapa bilang manusia hanya satu-satunya spesies utama di bumi? Coba perhatikan lebih lanjut orang di sekelilingmu. Ajak bicara teman sekerja, kawan lama, atau bahkan orang yang kamu taksir. Percaya tidak jika mereka sebenarnya bukan manusia biasa seperti yang ditampakkan sehari-hari. Sudah jatuh tertimpa tangga adalah ungkapan yang cocok bagi Kaneki Ken. Kencan dengan Kamishiro Rize yang ditaksirnya berakhir dengan kenyataan cewek tersebut adalah ghoul. Kencan manis pun ditutup dengan Kaneki digigit oleh Rize. Secara fisik ghoul adalah manusia. Namun yang membedakan adalah mereka hidup dari memakan daging manusia. Oleh Karena itu Ghoul menyembunyikan identitasnya dari manusia yang ingin membasminya. Ghoul dapat dikenali dari matanya yang berubah menjadi merah saat lapar. Kaneki dalam keadaan kritis menerima transplantasi organ dari Rize. Hal ini menyelamatkannya sekaligus membawa masalah baru karena kini Kaneki menjadi half ghoul. Kaneki harus berperang melawan keinginan memakan daging manusia walau rasa lapar menderanya. Sebuah kejadian membawa Kaneki bertemu dengan para ghoul yang mengelola kafe Anteiku. Mereka mengajari Kaneki bagaimana mengendalikan rasa lapar dan hidup membaur bersama manusia. Apa sekarang Kaneki bisa hidup damai? Sayangnya tidak. Sebab ghoul harus berhadapan dengan organisasi  CCG (Commission of Counter Ghoul) yang semakin keras mengejar mereka. Diadaptasi dari manga berjudul sama karya Ishida Sui, Tokyo Ghoul live action mengambil cerita tiga volume pertama manga. Tidak mudah membuat adaptasi live action yang bisa memuaskan penonton bukan penggemar dan mereka yang menggemari versi manga. Tokyo Ghoul berhasil memuaskan penonton dari dua pihak tersebut, Pemilihan cast  adalah salah satu unsur kesuksesan film ini.  Transformasi Kaneki sebagai cowok pemalu menjadi mahluk berkekuatan luar biasa yang dibawakan Kubota Masataka patut mendapat pujian. Walau tidak muncul lama, akting Aoi Yuu sebagai Kamishiro Rize pun cukup mencuri perhatian. Sikap manis dan hangat Rize yang diperankan Aoi membuat kita lengah bahwa dalam sedetik gadis ini bisa berubah menjadi mahluk kejam pemakan manusia. Tidak ketinggalan Shimizu Fumika (Kirishima Touka), Suzuki Nobuyuki (Amon Kotarou), Oizumi Yo (Kureo Mado), dan Murai Kunio (Yoshimura) juga memberi nilai tambah jajaran cast Tokyo Ghoul.

Overview

Story
Cast
Productions

Recommended!

Secara keseluruhan Tokyou Ghoul masuk dalam daftar segelintir film adaptasi yang berhasil. Film ini memberikan standar baru bagaimana mengadaptasi manga menjadi live-action. Selain unsur horror, sutradara Hagiwara Kentarou juga menampilkan adegan aksi menegangkan. Adegan pertempuran ghoul melawan CCG dijamin membuat kamu menahan napas saking tegangnya.

User Rating: Be the first one !
80
Article Tags:
· · ·
Article Categories:
Review International

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *