banner

Original Formula Yang Masih Efektif – Review of “Jigsaw”

Written by
mm

Masih ingat kan pertama kali James Wan bikin film “Saw” (2004) yang endingnya mengejutkan itu? Dan pada akhirnya dibuat sampai “Saw 3D” (2010) yang katanya merupakan final chapter filmnya. Total ada 7 film “Saw” yang memang ada aja ide jebakan permainan maut si pembunuh bayaran yang dikenal dengan Jigsaw Killer itu. Setelah 7 tahun, cerita tidak berhenti sampai di sana, namun ada lagi sequel-nya yang berjudul “Jigsaw“. Kali ini disutradarai oleh The Spierig Brothers yang sukses menggarap “Predestination” (2014). Katakter Jigsaw Killer memang sudah diceritakan meninggal di “Saw 3D“, ketika film ini diumumkan semuanya bertanya-tanya apakah pembunuh itu bangkit dari kubur? Agak seram ya. Hanya saja, dengan digarapnya film ini dengan sentuhan The Spierig Brothers, pastinya akan menjanjikan dari segi plot dan cerita.

Mayat berjatuhan di mana-mana, dan meneror kota. Setelah kematian Jigsaw Killer 10 tahun yang lalu, kota serasa tidak aman lagi karena ancaman teror darinya. Investigasipun dilakukan mulai dari otopsi korban dan mengarahkan pada satu orang yaitu John Kramer (Tobin Bell), sang Jigsaw Killer. Di satu cerita yang sama, sekelompok orang juga bertahan hidup untuk melewati rintangan sekaligus permainan penebus dosa John Kramer. Sebenarnya, apakah John Kramer ini benar-baenar sudah mati? Atau memang ada yang meniru caranya untuk melakukan permainan maut itu?

Okay, here’s the review. Apakah ceritanya membosankan? Kalau menurut kritikus mancanegara banyak yang tidak suka dan menilai film ini buruk. Tapi, sebenarnya tidak seburuk yang dikritik oleh mereka. “Jigsaw” masih memiliki plot dan formula thriller yang digunakan di film pertamanya, dan itu masih efektif. Kamu akan diajak merasakan tensi ketegangan untuk merasakan berada di dalam permainan maut itu. Bagaimana dengan twist-nya? Rupanya The Spierig Brothers tidak meninggalkan unsur film yang pertama. Jadi, kita akan tetap menduga-duga walaupun semua tebakannya salah. So far, walaupun tidak memasang bintang-bintang yang tidak begitu familiar untuk penonton film Indonesia, thriller ini masih cukup seru untuk disaksikan.

Masih ingat kan pertama kali James Wan bikin film "Saw" (2004) yang endingnya mengejutkan itu? Dan pada akhirnya dibuat sampai "Saw 3D" (2010) yang katanya merupakan final chapter filmnya. Total ada 7 film "Saw" yang memang ada aja ide jebakan permainan maut si pembunuh bayaran yang dikenal dengan Jigsaw Killer itu. Setelah 7 tahun, cerita tidak berhenti sampai di sana, namun ada lagi sequel-nya yang berjudul "Jigsaw". Kali ini disutradarai oleh The Spierig Brothers yang sukses menggarap "Predestination" (2014). Katakter Jigsaw Killer memang sudah diceritakan meninggal di "Saw 3D", ketika film ini diumumkan semuanya bertanya-tanya apakah pembunuh itu bangkit dari kubur? Agak seram ya. Hanya saja, dengan digarapnya film ini dengan sentuhan The Spierig Brothers, pastinya akan menjanjikan dari segi plot dan cerita. Mayat berjatuhan di mana-mana, dan meneror kota. Setelah kematian Jigsaw Killer 10 tahun yang lalu, kota serasa tidak aman lagi karena ancaman teror darinya. Investigasipun dilakukan mulai dari otopsi korban dan mengarahkan pada satu orang yaitu John Kramer (Tobin Bell), sang Jigsaw Killer. Di satu cerita yang sama, sekelompok orang juga bertahan hidup untuk melewati rintangan sekaligus permainan penebus dosa John Kramer. Sebenarnya, apakah John Kramer ini benar-baenar sudah mati? Atau memang ada yang meniru caranya untuk melakukan permainan maut itu? Okay, here's the review. Apakah ceritanya membosankan? Kalau menurut kritikus mancanegara banyak yang tidak suka dan menilai film ini buruk. Tapi, sebenarnya tidak seburuk yang dikritik oleh mereka. "Jigsaw" masih memiliki plot dan formula thriller yang digunakan di film pertamanya, dan itu masih efektif. Kamu akan diajak merasakan tensi ketegangan untuk merasakan berada di dalam permainan maut itu. Bagaimana dengan twist-nya? Rupanya The Spierig Brothers tidak meninggalkan unsur film yang pertama. Jadi, kita akan tetap menduga-duga walaupun semua tebakannya salah. So far, walaupun tidak memasang bintang-bintang yang tidak begitu familiar untuk penonton film Indonesia, thriller ini masih cukup seru untuk disaksikan.

Overrview

Story
Cast
Productions

Recommended

Untuk pecinta film thriller dan yang mengikuti "Saw" franchise. Kamu tidak boleh melewatkan film ini. Still good to watch!

User Rating: Be the first one !
73
Article Categories:
Review · Review International

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *