banner

Ketika Siang Hari Tetap Mencekam – Review “Tujuh Bidadari”

Written by
mm

Katanya kalau nonton film horor nggak seru kalau setting-nya di malam hari, supaya horornya terasa. Tapi jangan salah, banyak lho film horor atau thriller produksi internasional yang juga punya setting di siang hari, seperti contoh: “Insidious“. Kalau diperhatikan, setting di film itu juga mencekam di waktu pagi dan siang hari. Lalu bagaimana dengan film produksi Indonesia? Kalau diperhatikan memang banyak setting di malam hari untuk mendapatkan momen mencekam dan kaget-kagetan alias banyak adegan jump-scared. Tapi jangan salah, di film “Tujuh Bidadarisetting film nya sendiri di siang hari yaitu tujuh jam. Walaupun mengambil lokasi shooting di salah satu tempat angker di Australia, Aradale Lunatic Asylum, tetap saja nuansa mencekam masih dijamin akan terasa di film ini.

Bercerita tentang band wanita bernama Tujuh Bidadari atau dikenal 7B dari Indonesia yang beranggotakan Stella (Dara Warganegara), Dian (Lia WaOde), Mika (Brigitta Cynthia), Carla (Gabriella Desta), Tari (Camelia Putri), Amy (Adeayu Sudrajat), dan Anggun (Salini Rengganis), berkunjung ke Melbourne untuk liburan sekaligus shootng video klip terbaru mereka. Suatu hari, mereka bertemu Mark (William D. McLennan) di suatu cafe, keakraban sesaat mereka pun membuat Mark mengajak 7B ke Aradale Lunatic Asylum di Ararat. Sesampainya di sana, yang tadinya hanya liburan menjadi malapetaka yang mengincar nyawa 7B. Rahasia 100 tahun yang lalu pun terkuak, namun apa rahasia yang pada akhirnya menjadi malapetaka itu? Apa hubungannya dengan 7B?

Okay, here’s the review. Sutradara M. Yusuf memang sepertinya tahu apa yang ingin ditampilkan di dalam filmnya, walaupun mengambil waktu siang hari, tetap saja masih menampilkan nuansa yang mencekam dan menakutkan. Jadi apakah ini pure horror? Bukan, ini merupakan campuran horor, thriller, dan suspense. Jadi, lupakan jump-scared yang berlebihan, tapi kamu akan disuguhkan kengerian batin yang masih akan tetap kepikiran sampai terakhir nonton. Cerita yang logis tentu menjadi nilai plus di film ini, jalan cerita yang solid dan konsisten dimana tidak hanya hantu yang muncul saja, tapi tetap ada benang merah kenapa hantu yang muncul meneror mereka. Untuk kualitas akting, supermodel ternama Indonesia, Dara Warganegara, berhasil menjadi lead yang sesekali bilang ‘gila ini bagus banget!!!‘. Karena, untuk debut-nya di layar lebar Dara memberikan penampilan yang maksimal. Tentunya didukung oleh pemain lainnya yang tidak kalah menjadi scene stealer seperti Gabriella Desta, Camelia Putri, & Brigitta Cynthia (ini juga merupakan debut horor pertama dari Brigitta). Lia WaOde? Nggak perlu di komentarin, karena dia sudah bermain bagus di sini.

Overall, jika kamu ingin menikmati horor dengan cerita yang logis sekaligus berkelas layaknya film Internasional, “Tujuh Bidadari” bisa menjadi pilihan yang tepat untuk nggak menyesal membeli tiket bioskop. Tayang mulai 1 November 2018.

Katanya kalau nonton film horor nggak seru kalau setting-nya di malam hari, supaya horornya terasa. Tapi jangan salah, banyak lho film horor atau thriller produksi internasional yang juga punya setting di siang hari, seperti contoh: "Insidious". Kalau diperhatikan, setting di film itu juga mencekam di waktu pagi dan siang hari. Lalu bagaimana dengan film produksi Indonesia? Kalau diperhatikan memang banyak setting di malam hari untuk mendapatkan momen mencekam dan kaget-kagetan alias banyak adegan jump-scared. Tapi jangan salah, di film "Tujuh Bidadari" setting film nya sendiri di siang hari yaitu tujuh jam. Walaupun mengambil lokasi shooting di salah satu tempat angker di Australia, Aradale Lunatic Asylum, tetap saja nuansa mencekam masih dijamin akan terasa di film ini. Bercerita tentang band wanita bernama Tujuh Bidadari atau dikenal 7B dari Indonesia yang beranggotakan Stella (Dara Warganegara), Dian (Lia WaOde), Mika (Brigitta Cynthia), Carla (Gabriella Desta), Tari (Camelia Putri), Amy (Adeayu Sudrajat), dan Anggun (Salini Rengganis), berkunjung ke Melbourne untuk liburan sekaligus shootng video klip terbaru mereka. Suatu hari, mereka bertemu Mark (William D. McLennan) di suatu cafe, keakraban sesaat mereka pun membuat Mark mengajak 7B ke Aradale Lunatic Asylum di Ararat. Sesampainya di sana, yang tadinya hanya liburan menjadi malapetaka yang mengincar nyawa 7B. Rahasia 100 tahun yang lalu pun terkuak, namun apa rahasia yang pada akhirnya menjadi malapetaka itu? Apa hubungannya dengan 7B? Okay, here's the review. Sutradara M. Yusuf memang sepertinya tahu apa yang ingin ditampilkan di dalam filmnya, walaupun mengambil waktu siang hari, tetap saja masih menampilkan nuansa yang mencekam dan menakutkan. Jadi apakah ini pure horror? Bukan, ini merupakan campuran horor, thriller, dan suspense. Jadi, lupakan jump-scared yang berlebihan, tapi kamu akan disuguhkan kengerian batin yang masih akan tetap kepikiran sampai terakhir nonton. Cerita yang logis tentu menjadi nilai plus di film ini, jalan cerita yang solid dan konsisten dimana tidak hanya hantu yang muncul saja, tapi tetap ada benang merah kenapa hantu yang muncul meneror mereka. Untuk kualitas akting, supermodel ternama Indonesia, Dara Warganegara, berhasil menjadi lead yang sesekali bilang 'gila ini bagus banget!!!'. Karena, untuk debut-nya di layar lebar Dara memberikan penampilan yang maksimal. Tentunya didukung oleh pemain lainnya yang tidak kalah menjadi scene stealer seperti Gabriella Desta, Camelia Putri, & Brigitta Cynthia (ini juga merupakan debut horor pertama dari Brigitta). Lia WaOde? Nggak perlu di komentarin, karena dia sudah bermain bagus di sini. Overall, jika kamu ingin menikmati horor dengan cerita yang logis sekaligus berkelas layaknya film Internasional, "Tujuh Bidadari" bisa menjadi pilihan yang tepat untuk nggak menyesal membeli tiket bioskop. Tayang mulai 1 November 2018.

Verdict

Story
Cast
Productions

Total Score

User Rating: Be the first one !
78
Article Tags:
· · · · ·
Article Categories:
Review Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *