banner

Europe on Screen Hadir Kembali di Indonesia dengan Format Baru

Written by
mm

Tahun ini, festival yang mendapat julukan EoS oleh para penonton setianya, memiliki program dokumenter #OurOcean, yang menyoroti tanggung jawab kita untuk melindungi laut sebagai sumber daya untuk semua makhluk hidup. “Laut merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap program ini akan meningkatkan kesadaran akan dampak dari pilihan hidup kita terhadap paru-paru dunia ini,” tutur His ExcellencyVincent Guèrend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Selain itu, EoS akan menghadirkan program spesial tentang Ingmar Bergman, seorang sutradara ternama dari Swedia, yang telah menyutradarai sebanyak 60 film layar lebar, televisi, dan dokumenter. Ingmar Bergman berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi termasuk penghargaan Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. “Tahun ini merupakan ulang tahun ke-100 dari Ingmar Bergman. Di seluruh dunia diadakan perayaan khusus, termasuk di Indonesia melalui EoS. Kami akan menghadirkan 3 film klasik beliau, yaitu Autumn Sonata, The Seventh Seal, dan Wild Strawberries. Ada arsip wawancara dengan Ingmar Bergman yang belum pernah kita lihat sebelumnya di setiap film tersebut. Selain itu akan ada pameran mengenai perjalanan hidup Ingmar Bergman dan kontribusinya di dunia seni selama hidupnya. Pameran ini diadakan di Goethe Haus selama festival berlangsung,” ujar Nauval Yazid, EoS festival co-director.

Festival akan dibuka oleh The Breadwinner, film nominasi Oscar untuk kategori film animasi panjang, yang merupakan kerjasama produksi internasional antara Irlandia dan Luxembourg dengan Angelina Jolie sebagai salah satu produser eksekutifnya. Sementara itu, film komedi laris asal Spanyol, My Big Night, akan menjadi penutup festival ini. Penonton EoS juga akan diberi kesempatan untuk menyaksikan dua film Eropa sebelum rilis untuk umum di bioskop, yaitu film Jerman, Submergence, yang disutradarai oleh Wim Wenders dan film Perancis, Based on a True Story, disutradarai oleh Roman Polanski. Meninaputri Wismurti, selaku Eos co-director, menjelaskan program lain yang telah disiapkan, yaituFilm Talk: The Art of Subtitling, akan diadakan di kampus Universitas Multimedia Nusantara pada tanggal 7 Mei 2018. “Untuk film asing, alih bahasa memegang peranan penting untuk meraih penonton yang lebih luas dan membantu penonton untuk memahami film secara utuh. Program ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Kami telah mengundang ahli subtitel dari Perancis, Indonesia, dan periset yang telah membuat film dokumenter mengenai subtitel dari Inggris.”

Untuk pertama kalinya, Eos mengadakan Short Film Pitch Project. Telah terpilih 10 finalis dari 122 pendaftar yang akan mempresentasikan ide mereka di depan panel yang terdiri dari filmmakerprofesional. Sebanyak 3 proyek terpilih akan didanai oleh EoS dan ketiga film pendek ini akan tayang perdana di EoS tahun depan. Melanjutkan tradisi festival yang selalu mendatangkan filmmakers dari Eropa, tahun ini Eos akan memberi kesempatan kepada penonton EoS untuk bertatap muka dengan Weronika Mliczewska (sutradara film Long Way, dari Polandia), Deirdre Barry (produser film animasi, dari Irlandia), Jean- Pascal Elbaz (pakar subtitel dari Perancis), Aliakbar Campwala (sutradara film The Invisible Subtitler, dari Inggris), dan Andreas Johnsen (sutradara film Bugs, dari Denmark). Europe on Screen, yang merupakan festival film internasional terlama di Indonesia, kembali hadir pada tanggal 3-12 Mei 2018, menayangkan puluhan film Eropa terpilih di Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta.

Semua informasi mengenai EoS dapat diperoleh di www.europeonscreen.org, dan melalui akun media sosial EoS resmi di instagram dan twitter @europeonscreen serta Facebook page Europe on Screen.

 

Article Categories:
Features · news

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *