banner

Cantik Di Setiap Scene – Review “Athirah”

Written by
mm

Sebuah film biografi tentang seorang tokoh penting pastinya akan membuat minat penonton film terutama pecinta film Indonesia, untuk bisa menikmati sajian film beserta cerita sang tokoh nyata yang difillmkan. Yang jelas, cerita sang tokoh utama yang pernah hidup (atau yang masih hidup), menjadi karakter sentral yang kuat, dibalut dengan cerita yang dibuat sedramatis mungkin untuk membangun mood yang bisa mengaduk emosi penonton. Seperti contoh film terbaru produksi Miles Film berjudul “Athirah”, yang terinspirasi dari kisah hidup ibunda wakil presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Cerita filmnya sendiri diangkat dari novel karya Alberthine Endah berjudul sama. Memasang Riri Riza sebagai sutradara, “Athirah” sepertinya ingin menggambarkan sosok wanita yang menjadi inspirasi generasi sekarang (ataupun millennial), untuk tetap bisa menghadapi hidup sekeras apapun. Memasang Cut Mini sebagai Athirah dan Christoffer Nelwan sebagai Ucu, panggilan Jusuf Kalla dari sang ibunda, raanya akan membuat film ini bukan hanya kuat di cerita, tapi juga kuat dalam segi pembangunan karakter.

athirah-ucup

Seorang wanita bernama Athirah (Cut Mini), pindah ke Makassar bersama suaminya Puang Haji Kalla (Arman Dewatri), memulai bisnis toko kelontong yang sukses. Bisnis mereka lancar, bahkan Athirah bangga mempunyai keluarga yang dicintainya, sempurna di mata dia termasuk Ucu (Christoffer Nelwan). Namun, suatu hari, hidup Athirah goyah karena sang suami menikah lagi dengan perempuan lain. Sedih, itu yang dirasakan Athirah, tapi dia tidak menyerah dia tetap menjaga keutuhan keluarganya dan juga berbisnis untuk membuat sarung khas Makassar. Ucu pun membantu untuk membangkitkan semangat Athirah, wanita yang disayanginya, sosok ibunda yang disayanginya dengan panggilan Emma’. Walaupun dia tetap mengagumi sang Ayah.

athirah

Okay, here’s the review. Skenario yang digarap oleh Riri Riza dan Salman Aristo, bukan hanya menarik untuk dibawa ke film ini, melainkan juga membangun mood cerita yang sangat enak untuk diikuti. Lewat film ini pun, seperti biasa, tetap tidak menghilangkan unsur budaya yang melekat dari latar belakang tempat dan peristiwa yaitu Makassar. Lewat film ini, kita bisa melihat budaya Makassar yang khas, mulai dari sarung, tarian, nyanyian adat, bahkan bahasa daerah dengan logat yang juga khas. Penggambaran landscape yang indah, sinematografi yang digarap lewat film ini sukses memanjakan mata, sekali lagi Miles Film berhail membuat penonton ingin berwisata ke Makassar. Cut Mini berhasil memainkan Athirah, pembangunan karakter yang sangat kuat dan bermain sangat bagus, no wonder Piala Citra kategori Aktris Terbaik di Festival Film Indonesia 2016 berhasil diraihnya. Tidak kalah dengan Christoffer Nelwan sebagai Ucu alias Jusuf Kalla muda, juga bagus dan chemistry yang dibangun oleh Cut Mini dan pemain lainnya sangat sempurna.
Menjadi official selection di tiga festival internasional bergengsi, “Athirah” berubah judul menjadi “Emma’”, dan hasilnya: pujian demi pujian dari berbagai kritikus internasional. Kebanyakan, mereka bilang film “Athirah” itu indah, nyatanya: sepanjang film ini memang indah. Walaupun tidak banyak dialog, tapi mood film ini sangat dijaga keindahannya dan semuanya masih bisa menikmati dari segi aspek yaitu: cerita, akting, dan sinematografi.

salah-satu-adegan-dalam-film-athirah-_160825220340-430

written by Diaksa Adhistra

Sebuah film biografi tentang seorang tokoh penting pastinya akan membuat minat penonton film terutama pecinta film Indonesia, untuk bisa menikmati sajian film beserta cerita sang tokoh nyata yang difillmkan. Yang jelas, cerita sang tokoh utama yang pernah hidup (atau yang masih hidup), menjadi karakter sentral yang kuat, dibalut dengan cerita yang dibuat sedramatis mungkin untuk membangun mood yang bisa mengaduk emosi penonton. Seperti contoh film terbaru produksi Miles Film berjudul “Athirah”, yang terinspirasi dari kisah hidup ibunda wakil presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Cerita filmnya sendiri diangkat dari novel karya Alberthine Endah berjudul sama. Memasang Riri Riza sebagai sutradara, “Athirah” sepertinya ingin menggambarkan sosok wanita yang menjadi inspirasi generasi sekarang (ataupun millennial), untuk tetap bisa menghadapi hidup sekeras apapun. Memasang Cut Mini sebagai Athirah dan Christoffer Nelwan sebagai Ucu, panggilan Jusuf Kalla dari sang ibunda, raanya akan membuat film ini bukan hanya kuat di cerita, tapi juga kuat dalam segi pembangunan karakter. Seorang wanita bernama Athirah (Cut Mini), pindah ke Makassar bersama suaminya Puang Haji Kalla (Arman Dewatri), memulai bisnis toko kelontong yang sukses. Bisnis mereka lancar, bahkan Athirah bangga mempunyai keluarga yang dicintainya, sempurna di mata dia termasuk Ucu (Christoffer Nelwan). Namun, suatu hari, hidup Athirah goyah karena sang suami menikah lagi dengan perempuan lain. Sedih, itu yang dirasakan Athirah, tapi dia tidak menyerah dia tetap menjaga keutuhan keluarganya dan juga berbisnis untuk membuat sarung khas Makassar. Ucu pun membantu untuk membangkitkan semangat Athirah, wanita yang disayanginya, sosok ibunda yang disayanginya dengan panggilan Emma’. Walaupun dia tetap mengagumi sang Ayah. Okay, here’s the review. Skenario yang digarap oleh Riri Riza dan Salman Aristo, bukan hanya menarik untuk dibawa ke film ini, melainkan juga membangun mood cerita yang sangat enak untuk diikuti. Lewat film ini pun, seperti biasa, tetap tidak menghilangkan unsur budaya yang melekat dari latar belakang tempat dan peristiwa yaitu Makassar. Lewat film ini, kita bisa melihat budaya Makassar yang khas, mulai dari sarung, tarian, nyanyian adat, bahkan bahasa daerah dengan logat yang juga khas. Penggambaran landscape yang indah, sinematografi yang digarap lewat film ini sukses memanjakan mata, sekali lagi Miles Film berhail membuat penonton ingin berwisata ke Makassar. Cut Mini berhasil memainkan Athirah, pembangunan karakter yang sangat kuat dan bermain sangat bagus, no wonder Piala Citra kategori Aktris Terbaik di Festival Film Indonesia 2016 berhasil diraihnya. Tidak kalah dengan Christoffer Nelwan sebagai Ucu alias Jusuf Kalla muda, juga bagus dan chemistry yang dibangun oleh Cut Mini dan pemain lainnya sangat sempurna. Menjadi official selection di tiga festival internasional bergengsi, “Athirah” berubah judul menjadi “Emma’”, dan hasilnya: pujian demi pujian dari berbagai kritikus internasional. Kebanyakan, mereka bilang film “Athirah” itu indah, nyatanya: sepanjang film ini memang indah. Walaupun tidak banyak dialog, tapi mood film ini sangat dijaga keindahannya dan semuanya masih bisa menikmati dari segi aspek yaitu: cerita, akting, dan sinematografi. written by Diaksa Adhistra
Story
Cast
Production

Verdict: pantas sekali “Athirah” meraih Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2016. Karena penggarapan film ini juga pintar dengan durasi yang tidak terlalu panjang namun membuat keseluruhan film ini sangat indah.

User Rating: Be the first one !
86
Article Tags:
· · · ·
Article Categories:
Review Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *