banner

An Interesting Super-heroine Flick. Review of “Wonder Woman”

Written by
mm

Siapa yang tidak kenal Wonder Woman? Karakter komik dari DC comics yang melegenda dan selalu menjadi icon feminisme kuat untuk semua wanita terutama dicintai semua pria. Seringkali Wonder Woman beraliansi bersama Batman dan Superman, dan tergabung di deretan superhero ciptaan DC comics di “Justice League” yang siap rilis November nanti. Pernah ada serial TV “Wonder Woman” di era 1970-an dengan memasang aktris Lynda Carter sebagai superhero wanita yang berasal dari Themyscira yang berisikan orang-orang Amazon. Sudah lama menanti untuk melihat superhero wanita ini beraksi di layar lebar, setelah 75 tahun, muncullah kehadiran pertamanya di “Batman v Superman: Dawn Of Justice” (2016) yang diperankan oleh aktris asal Israel, Gal Gadot. Sekarang, sebelum ke “Justice Leagueorigin storyWonder Woman” difilmkan dengan sutradara Patty Jenkins yang sebelumnya membuat film kaliber Oscar, “Monster” (2003). Semua tahu, kalau tanpa ada Wonder Woman, film “Batman v Superman: Dawn Of Justice” akan semakin ‘garing’, awalnya mungkin akan takut kecewa dengan film solo pahlawan wanita ini. Tapi, melihat kritik positif dari kritikus dunia ekspektasi semakin tinggi.

Diana (Gal Gadot), adalah putri suku Amazon yang merupakan anak dari ratu Hippolyta (Connie Nielsen). Hidup tenang di Themyscira, sebuah pulau yang dilindungi oleh dewa Zeus dari peradaban manusia. Diana diciptakan dari tanah liat dan diberikan hidup oleh Zeus, dan ingin menjadi seorang pejuang kelak. Suatu hari setelah latihan rutin oleh Antiope (Robin Wright), Diana melihat ada peswat perang jatuh di laut dekat pulaunya. Lalu menolong seorang lelaki bernama Steve Trevor (Chris Pine). Dia adalah mata-mata Amerika yang ditugaskan untuk menghentikan Jerman selama Perang Dunia I. Diana merasa perang ini adalah ulah Ares sang Dewa Perang, dan dia harus pergi menghentikan perang itu untuk menyelamatkan umat manusia. Bersama Steve, dia pergi ke peradaban manusia untuk menghentikan perang. Dan dia harus siap, siapa musuh besar yang dia hadapi, dan menemukan siapa jati diri dia sebenarnya.

Okay, here’s the review. Ketika menonton film ini yang berdurasi 140 menit, ternyata dari awal sampai akhir benar apa yang dikatakan oleh banyak kritikus dunia, film DC Extended Universe (DCEU) yang terbaik selama ini. Kita pastinya akan mengharapkan adegan action yang keren dan memukau, ya itu memang ada dan wajib dan sukses membuat mata tetap tidak berkedip, tapi tentu saja cerita di “Wonder Woman” ini solid dan punya bridging yang sesuai dengan “Batman v Superman: Dawn Of Justice” dan jembatan menuju “Justice League“. Origin story yang tidak melelahkan walaupun berdurasi cukup panjang, membuat kita akan semakin penasaran apa yang akan sebenarnya terjadi adegan demi adegan. Penampilan Gal Gadot sebagai Diana a.k.a Wonder Woman? Well, tidak diragukan lagi, sangat memukau. Dia cantik, akting yang sempurna, dan membuat mata tidak berkedip. Gal Gadot sukses membuat mata tertuju padanya dari awal film sampai akhir, that’s a lead character should do.

Siapa yang tidak kenal Wonder Woman? Karakter komik dari DC comics yang melegenda dan selalu menjadi icon feminisme kuat untuk semua wanita terutama dicintai semua pria. Seringkali Wonder Woman beraliansi bersama Batman dan Superman, dan tergabung di deretan superhero ciptaan DC comics di "Justice League" yang siap rilis November nanti. Pernah ada serial TV "Wonder Woman" di era 1970-an dengan memasang aktris Lynda Carter sebagai superhero wanita yang berasal dari Themyscira yang berisikan orang-orang Amazon. Sudah lama menanti untuk melihat superhero wanita ini beraksi di layar lebar, setelah 75 tahun, muncullah kehadiran pertamanya di "Batman v Superman: Dawn Of Justice" (2016) yang diperankan oleh aktris asal Israel, Gal Gadot. Sekarang, sebelum ke "Justice League" origin story "Wonder Woman" difilmkan dengan sutradara Patty Jenkins yang sebelumnya membuat film kaliber Oscar, "Monster" (2003). Semua tahu, kalau tanpa ada Wonder Woman, film "Batman v Superman: Dawn Of Justice" akan semakin 'garing', awalnya mungkin akan takut kecewa dengan film solo pahlawan wanita ini. Tapi, melihat kritik positif dari kritikus dunia ekspektasi semakin tinggi. Diana (Gal Gadot), adalah putri suku Amazon yang merupakan anak dari ratu Hippolyta (Connie Nielsen). Hidup tenang di Themyscira, sebuah pulau yang dilindungi oleh dewa Zeus dari peradaban manusia. Diana diciptakan dari tanah liat dan diberikan hidup oleh Zeus, dan ingin menjadi seorang pejuang kelak. Suatu hari setelah latihan rutin oleh Antiope (Robin Wright), Diana melihat ada peswat perang jatuh di laut dekat pulaunya. Lalu menolong seorang lelaki bernama Steve Trevor (Chris Pine). Dia adalah mata-mata Amerika yang ditugaskan untuk menghentikan Jerman selama Perang Dunia I. Diana merasa perang ini adalah ulah Ares sang Dewa Perang, dan dia harus pergi menghentikan perang itu untuk menyelamatkan umat manusia. Bersama Steve, dia pergi ke peradaban manusia untuk menghentikan perang. Dan dia harus siap, siapa musuh besar yang dia hadapi, dan menemukan siapa jati diri dia sebenarnya. Okay, here's the review. Ketika menonton film ini yang berdurasi 140 menit, ternyata dari awal sampai akhir benar apa yang dikatakan oleh banyak kritikus dunia, film DC Extended Universe (DCEU) yang terbaik selama ini. Kita pastinya akan mengharapkan adegan action yang keren dan memukau, ya itu memang ada dan wajib dan sukses membuat mata tetap tidak berkedip, tapi tentu saja cerita di "Wonder Woman" ini solid dan punya bridging yang sesuai dengan "Batman v Superman: Dawn Of Justice" dan jembatan menuju "Justice League". Origin story yang tidak melelahkan walaupun berdurasi cukup panjang, membuat kita akan semakin penasaran apa yang akan sebenarnya terjadi adegan demi adegan. Penampilan Gal Gadot sebagai Diana a.k.a Wonder Woman? Well, tidak diragukan lagi, sangat memukau. Dia cantik, akting yang sempurna, dan membuat mata tidak berkedip. Gal Gadot sukses membuat mata tertuju padanya dari awal film sampai akhir, that's a lead character should do.

Overview

Story
Cast
Productions

Score

lupakan ke-'garing'-an "Batman v Superman: Dawn Of Justice". Saatnya kamu menyukai aksi solo perdana Wonder Woman pertama di layar lebar. Semoga next film DCEU akan lebih bagus atau minimal sebagus ini. Dan berharap sekali dengan "Justice League".

User Rating: Be the first one !
91
Article Tags:
· · ·
Article Categories:
Review International

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *