banner

A Perfect Sweet Gift – Review of “A Gift”

Written by
mm

Produksi film dari Thailand sepertinya selalu menarik perhatian untuk pecinta film di Asia. Mereka selalu punya tema yang simple tapi menarik di eksekusi dalam satu film utuh. Salah satunya adalah film produksi GDH terbaru ini yang bertemakan musik. Simple, tapi bukan hanya tentang musik, tapi tribute untuk tiga lagu yang diciptakan oleh almarhum Raja Bhumibol Adulyadej. Awalnya, film ini terispirasi dari tiga lagu sang mendiang raja, tapi tidak lama sang raja meninggal film ini didaulat sebagai tribute kepada sang raja. Disajikan dalam format omnibus dengan menyambung benang merah dari setaip cerita dan masing-masing karakter, pastinya diharapkan menjadi sebuah film dengan cerita yang menarik.

A Gift” di Thailand berjudul “New Year’s Gift” dibagi dalam tiga cerita yang semuanya ber-setting di bulan Desember:
Love At Sundown” disutradarai oleh Chayanop Boonprakob and Kriangkrai Vachiratamporn.
Dua mahaiswa Beam (Nine Naphat) dan Pang (Violette Wautier), awalnya tidak saling kenal. Mereka bertemu di latihan di kampusnya untuk pemberian beasiswa dari kedutaan besar Rusia untuk mahasiswa berprestasi. Beam yang seorang womaniser, mencoba untuk mendekati Pang. Nyatanya mendekati Pang tidak semudah yang dipikirkan Baem. Lalu, Pang ternyata baru saja putus dari kekasihnya. Beam meraa ini adalah kesempatan besar untuk mendekatinya. Apakah Pang akhirnya akan jatuh hati pada Beam?

Still On My Mind” disutradarai oleh Nithiwat Tharatorn.
Setelah ibunya meninggal, Fa (Mew Nittha) harus berhenti dari pekerjaannya untuk merawat ayahnya yang punya penyakit Alzheimer. Fa hampir depresi merawat ayahnya yang terus menanyakan ibunya yang masih hidup. Suatu hari, Fa ingin menyepurnakan dirinya untuk lancar bermain piano tua milik ibunya. Sadar salah satu not di piano sudah mulai tidak harmonis, Fa memanggil Aey (Sunny Suwanmethanont) tukang stem piano yang eksentrik. Aey yang eksentrik dan elalu mmelihat sisi positif dalam hidup pun menyukai Fa, tapi Fa masih belum bisa membuka hatinya. Akankah mereka menemukan keseimbangan harmoni dalam hati mereka untuk satu misi dari Fa: yaitu memberikan kado pernikahan untuk sang ayah?

New Year Greeting” disutradarai oleh Jira Maligool.
Llong (Ter Chantavit), seorang mantan vokalis rock yang berhenti dan menjadi bagian Analisa Keuangan di ebuah perusahaan. Llong gagal menjadi musisi rock karena memang tidak bisa direalisasikan. Di kantor itu dia berkenalan dengan Kim (Noona Neungthida), dan Kim menyadari kalau Llong adalah musisi handal. Kim lalu meminta Llong untuk bergabung di band kantornya. Llong akhirnya setuju masuk dan memainkan lagu “New Year Greeting” untuk teman-teman kantornya. Dan ingin menjadikan hadiah itu adalah sebuah hadiah bahagia yang dibuat dari hati.


Alright, here’s the review. Menonton “A Gift” seperti menonton sajian film yang menyenangkan. Cerita pertama kamu akan dibawa seperti kembali ketika kamu pertama kali jatuh cinta atau merasakan putus cinta pertama kalinya, sweet, gombal, dan seru.
Cerita kedua, ini paling deep dalam penceritaan. Emosi kita akan diaduk ketika menyaksikan cerita kedua ini, buat kamu yang sensitif dengan cerita yang mengaduk emosi, siapkan tissue untuk menghapus air mata.
Cerita ketiga adalah cerita yang fun. Kamu akan selalu tertawa di setiap scene karena rasa komedinya yang kental.


Anyway, film ini mempunyai kekuatan dalam bercerita yang sangat baik. Ditambah gubahan lagu karya mendiang sang raja Thailand yang easy listening. Dijamin kamu akan mencari lagunya untuk dipasang di smartphone kamu. Setiap pemainnya pun memberikan akting yang memukau dan chemistry satu sama lain pun sangat bagus. You won’t miss this movie.

Produksi film dari Thailand sepertinya selalu menarik perhatian untuk pecinta film di Asia. Mereka selalu punya tema yang simple tapi menarik di eksekusi dalam satu film utuh. Salah satunya adalah film produksi GDH terbaru ini yang bertemakan musik. Simple, tapi bukan hanya tentang musik, tapi tribute untuk tiga lagu yang diciptakan oleh almarhum Raja Bhumibol Adulyadej. Awalnya, film ini terispirasi dari tiga lagu sang mendiang raja, tapi tidak lama sang raja meninggal film ini didaulat sebagai tribute kepada sang raja. Disajikan dalam format omnibus dengan menyambung benang merah dari setaip cerita dan masing-masing karakter, pastinya diharapkan menjadi sebuah film dengan cerita yang menarik. “A Gift” di Thailand berjudul “New Year’s Gift” dibagi dalam tiga cerita yang semuanya ber-setting di bulan Desember: “Love At Sundown” disutradarai oleh Chayanop Boonprakob and Kriangkrai Vachiratamporn. Dua mahaiswa Beam (Nine Naphat) dan Pang (Violette Wautier), awalnya tidak saling kenal. Mereka bertemu di latihan di kampusnya untuk pemberian beasiswa dari kedutaan besar Rusia untuk mahasiswa berprestasi. Beam yang seorang womaniser, mencoba untuk mendekati Pang. Nyatanya mendekati Pang tidak semudah yang dipikirkan Baem. Lalu, Pang ternyata baru saja putus dari kekasihnya. Beam meraa ini adalah kesempatan besar untuk mendekatinya. Apakah Pang akhirnya akan jatuh hati pada Beam? “Still On My Mind” disutradarai oleh Nithiwat Tharatorn. Setelah ibunya meninggal, Fa (Mew Nittha) harus berhenti dari pekerjaannya untuk merawat ayahnya yang punya penyakit Alzheimer. Fa hampir depresi merawat ayahnya yang terus menanyakan ibunya yang masih hidup. Suatu hari, Fa ingin menyepurnakan dirinya untuk lancar bermain piano tua milik ibunya. Sadar salah satu not di piano sudah mulai tidak harmonis, Fa memanggil Aey (Sunny Suwanmethanont) tukang stem piano yang eksentrik. Aey yang eksentrik dan elalu mmelihat sisi positif dalam hidup pun menyukai Fa, tapi Fa masih belum bisa membuka hatinya. Akankah mereka menemukan keseimbangan harmoni dalam hati mereka untuk satu misi dari Fa: yaitu memberikan kado pernikahan untuk sang ayah? “New Year Greeting” disutradarai oleh Jira Maligool. Llong (Ter Chantavit), seorang mantan vokalis rock yang berhenti dan menjadi bagian Analisa Keuangan di ebuah perusahaan. Llong gagal menjadi musisi rock karena memang tidak bisa direalisasikan. Di kantor itu dia berkenalan dengan Kim (Noona Neungthida), dan Kim menyadari kalau Llong adalah musisi handal. Kim lalu meminta Llong untuk bergabung di band kantornya. Llong akhirnya setuju masuk dan memainkan lagu “New Year Greeting” untuk teman-teman kantornya. Dan ingin menjadikan hadiah itu adalah sebuah hadiah bahagia yang dibuat dari hati. Alright, here’s the review. Menonton “A Gift” seperti menonton sajian film yang menyenangkan. Cerita pertama kamu akan dibawa seperti kembali ketika kamu pertama kali jatuh cinta atau merasakan putus cinta pertama kalinya, sweet, gombal, dan seru. Cerita kedua, ini paling deep dalam penceritaan. Emosi kita akan diaduk ketika menyaksikan cerita kedua ini, buat kamu yang sensitif dengan cerita yang mengaduk emosi, siapkan tissue untuk menghapus air mata. Cerita ketiga adalah cerita yang fun. Kamu akan selalu tertawa di setiap scene karena rasa komedinya yang kental. Anyway, film ini mempunyai kekuatan dalam bercerita yang sangat baik. Ditambah gubahan lagu karya mendiang sang raja Thailand yang…
Story
Cast
Production

Overall, film yang disimpulkan dengan tiga kata: Sweet, tears, & happiness.

User Rating: Be the first one !
84
Article Tags:
·
Article Categories:
Review

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *